![]() |
| Kepala Dinas Perkebunan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Moh. Neng, MM |
Palu, InfoBaru.- Pelantikan pengurus Komisariat Daerah Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Kota Palu periode 2025–2028 menjadi penanda penting konsolidasi kalangan akademisi dan praktisi ekonomi pertanian di Sulawesi Tengah. Bertempat di Aula FKIP Universitas Tadulako, Jumat (13/1/2026), agenda tersebut dirangkaikan dengan kuliah umum yang menghadirkan akademisi dan narasumber di bidang ekonomi pertanian.
Kegiatan itu dihadiri jajaran pimpinan Perhepi, Rektor Universitas Tadulako beserta sivitas akademika, serta para pengurus yang baru dilantik. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah diwakili Kepala Dinas Perkebunan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Moh. Neng, MM, yang membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
Dalam sambutan yang dibuka dengan pantun tentang ladang, delima, dan hamparan padi menguning, gubernur menekankan pentingnya membangun daerah secara bersama-sama demi Sulawesi Tengah yang maju dan sejahtera. “Kita bangun daerah bersama-sama, demi Sulteng yang maju dan sejahtera,” demikian salah satu penggalan pantun yang dibacakan.
Gubernur menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus Perhepi Komda Palu yang baru dilantik. Ia berharap amanah organisasi dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan komitmen tinggi demi kemajuan sektor pertanian, terutama dari aspek ekonomi dan peningkatan kesejahteraan petani.
Menurut dia, sektor pertanian masih menjadi pilar utama pembangunan Sulawesi Tengah. Sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup pada sektor ini, baik sebagai petani, pekebun, nelayan, maupun pelaku usaha agribisnis. Karena itu, pembangunan pertanian tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus memperhatikan efisiensi ekonomi, penciptaan nilai tambah, akses pasar, serta keberlanjutan lingkungan.
Dalam konteks tersebut, Perhepi dinilai memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara dunia akademik dan kebijakan publik. Pemerintah daerah, kata gubernur dalam sambutannya, membutuhkan kajian ekonomi pertanian yang objektif, berbasis data, dan kontekstual dengan kondisi lokal Sulawesi Tengah. Hasil riset dan analisis akademik diharapkan tidak berhenti di ruang-ruang diskusi, tetapi mampu menjelma menjadi rujukan kebijakan yang aplikatif.
Ia juga mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian ke depan, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan lahan produktif, fluktuasi harga komoditas, hingga rendahnya minat generasi muda terhadap sektor ini. Oleh sebab itu, diperlukan inovasi kebijakan, transformasi menuju sistem pertanian modern, serta penguatan kelembagaan petani agar mampu beradaptasi dan berdaya saing.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, lanjutnya, berkomitmen mendorong pengembangan pertanian berbasis kawasan unggulan, peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian, serta penguatan rantai nilai agribisnis dari hulu hingga hilir. Dalam kerangka itu, kontribusi nyata Perhepi sangat diharapkan, baik dalam bentuk rekomendasi kebijakan, pendampingan program, maupun kajian strategis sebagai dasar pengambilan keputusan.
Pelaksanaan kuliah umum yang dirangkaikan dengan pelantikan dinilai sebagai momentum untuk memperkaya wawasan dan memperdalam pemahaman mengenai isu-isu ekonomi pertanian terkini. Gubernur berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada tataran seremonial, tetapi melahirkan gagasan konstruktif yang dapat diimplementasikan secara nyata di Sulawesi Tengah.
Menutup sambutan tertulisnya, gubernur mengajak seluruh pengurus Perhepi Komda Palu periode 2025–2028 bekerja secara solid, kolaboratif, dan profesional, serta menjunjung tinggi integritas dan etika keilmuan. Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, pelantikan dan pengukuhan pengurus Perhepi Komda Palu sekaligus kuliah umum secara resmi dinyatakan dibuka.
Di tengah dinamika pembangunan daerah, pelantikan ini menjadi pengingat bahwa pertanian bukan sekadar urusan produksi, melainkan juga tata kelola ekonomi, distribusi kesejahteraan, dan masa depan generasi. Dari ruang akademik di kampus, harapan itu dititipkan untuk ladang-ladang yang terbentang di seluruh Sulawesi Tengah.




