PALU — Menjelang pelaksanaan Tasyakuran 1 Tahun “Sulteng Berani” yang dirangkaikan dengan dzikir, doa bersama, dan buka puasa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, ratusan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sulawesi Tengah disiagakan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan kondusif.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 22 Februari 2026, pukul 15.00 WITA di Masjid Raya Baitul Khairaat, Jalan Djaelangkara, Palu, kegiatan ini nantinya akan dihadiri unsur Forkompinda, Seluruh Pejabat Lingkup Pemprov, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama, Sebelum acara dimulai, jajaran Satpol PP mengikuti briefing dan arahan teknis yang dipimpin langsung oleh Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Farid Rifai Yotolemba, didampingi Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Sulteng, Dedi Wahyudi.
Dalam arahannya, Farid menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan humanis, terlebih kegiatan tersebut bersifat keagamaan dan sosial. “Pengamanan harus mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Pastikan pembagian bantuan berjalan tertib, tidak terjadi penumpukan massa, dan tetap menjaga suasana khidmat ibadah,” ujarnya di hadapan personel.
Tasyakuran satu tahun program “Sulteng Berani” tidak hanya menjadi momentum refleksi pemerintahan daerah, tetapi juga diisi dengan pembagian 10.000 paket sembako kepada masyarakat yang berhak menerima dan kupon sembako telah didistribusikan sebelum hari H (hari ini). Distribusi bantuan dijadwalkan mulai pukul 14.00 WITA, satu jam sebelum rangkaian dzikir dan doa bersama dimulai.
Untuk mengantisipasi lonjakan massa saat pembagian sembako, Satpol PP Sulteng mengerahkan ratusan personel yang bersinergi dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) serta unsur terkait lainnya di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Penempatan personel difokuskan pada titik-titik akses masuk kawasan masjid, area pembagian bantuan, serta pengaturan arus kendaraan di sekitar lokasi.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Sulteng, Dedi Wahyudi, menjelaskan bahwa pengamanan dibagi dalam beberapa ring. Ring pertama difokuskan pada area inti kegiatan dan pembagian sembako, ring kedua pada pengaturan arus masuk-keluar jamaah, serta ring ketiga pada pengendalian lalu lintas dan parkir kendaraan.
Menurut dia, skema tersebut disiapkan untuk mencegah potensi kerumunan berlebih dan memastikan distribusi bantuan tepat sasaran. “Kegiatan sosial berskala besar seperti ini membutuhkan manajemen keramaian yang terukur. Karena itu, personel sudah dibagi sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” katanya.
Momentum tasyakuran yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan itu diperkirakan akan dihadiri ribuan masyarakat. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap kegiatan berlangsung lancar, aman, dan penuh kekhidmatan, sekaligus menjadi wujud kepedulian sosial pemerintah kepada warga yang membutuhkan.
Di tengah suasana kebersamaan tersebut, kehadiran aparat penegak perda menjadi bagian penting dalam memastikan ruang publik tetap tertib. Bagi Satpol PP Sulteng, pengamanan bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud komitmen menjaga ketenteraman masyarakat dalam setiap agenda pemerintahan dan kegiatan sosial keagamaan.
Sumber: Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sulawesi Tengah




