PALU, InfoBaru — Peta olahraga di Provinsi Sulawesi Tengah kembali bertambah dengan hadirnya induk cabang olahraga bela diri tradisional, Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI). Organisasi ini resmi terbentuk di tingkat provinsi dan siap memperluas kepengurusan hingga ke kabupaten dan kota.
Kepengurusan AKTI Sulawesi Tengah dinakhodai Zainudin Tambuala sebagai ketua, didampingi Abd Mualif sebagai sekretaris, serta sejumlah bidang yang telah tersusun. Surat keputusan (SK) kepengurusan pun telah terbit.
“Alhamdulillah, SK sudah terbit dan kepengurusan provinsi telah terbentuk. Kami akan segera membentuk kepengurusan di seluruh kabupaten dan kota,” ujar Sekretaris Abd Mualif kepada wartawan di Palu, akhir pekan lalu.
Menurut dia, langkah strategis berikutnya adalah pelatihan wasit dan pelatih, sekaligus penyelenggaraan event tingkat kabupaten dan provinsi sebagai ruang uji kemampuan atlet. Target jangka menengahnya adalah kesiapan menyongsong ajang olahraga nasional pada 2027, saat Sulawesi Tengah dijadwalkan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (Pornas).
Di sisi lain, kehadiran AKTI juga memiliki korelasi erat dengan penguatan ekosistem olahraga masyarakat melalui Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI). Sebagai wadah berhimpunnya induk organisasi olahraga rekreasi dan tradisional, KORMI dinilai menjadi mitra strategis dalam pengembangan bela diri tradisional berbasis komunitas.
Kungfu tradisional tidak hanya diproyeksikan sebagai olahraga prestasi, tetapi juga sebagai olahraga masyarakat yang menekankan pembinaan karakter, disiplin, dan nilai budaya. Dalam konteks ini, AKTI berpotensi bersinergi dengan KORMI untuk memperluas partisipasi publik, mulai dari tingkat pelajar hingga komunitas umum.
“Selain fokus pada prestasi, kami juga ingin mendorong partisipasi masyarakat luas. Bela diri tradisional ini punya nilai budaya dan pembinaan mental yang kuat. Itu sejalan dengan semangat olahraga masyarakat,” kata Muallif.
Sinergi dengan KORMI diharapkan membuka ruang partisipasi dalam festival olahraga masyarakat maupun event nasional berbasis rekreasi. Dengan demikian, pembinaan dapat berjalan paralel: jalur prestasi untuk kompetisi resmi, dan jalur rekreasi untuk memperluas basis penggiat.
AKTI Sulawesi Tengah juga tengah mempersiapkan agenda pelantikan pengurus provinsi yang direncanakan usai Hari Raya Idul Fitri. Momentum tersebut akan menjadi titik awal konsolidasi organisasi sekaligus penegasan komitmen membangun bela diri tradisional yang terstruktur dan berkelanjutan.
Di Bumi Tadulako, kehadiran AKTI bukan sekadar menambah daftar cabang olahraga. Ia membawa harapan baru—bahwa tradisi dan prestasi dapat berjalan beriringan, dengan dukungan kelembagaan yang kuat serta kolaborasi lintas organisasi olahraga.



.jpeg)